Manassa & Dreamsea Gelar Webinar Internasional Manuskrip Digital

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

November 18, 2020

Manassa & Dreamsea Gelar Webinar Internasional Manuskrip Digital


Jakarta - Edisi perdana Webinar Series on Indonesian Digitized Manuscript diinisiasi oleh Dreamsea bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa). Webinar yang diselenggarakan pada tanggal 18 November 2020 ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai belahan dunia, yaitu Prof. Jan Van der Putten (University of Hamburg Jerman), Dr. David Moeljadi (Republik Ceko), dan Dr. Annabel The Gallop (The British Library, Inggris). Edisi perdana ini juga dipandu oleh Aditia Gunawan, M.A., kandidat doktor EPHE Paris. Kegiatan ini turut pula dihadiri oleh Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Dr. Munawar Holil, M.Hum. yang mengapresiasi penuh kegiatan ini sebagai bentuk konkret dari pemanfaatan digitalisasi naskah yang selama ini telah dilakukan oleh Dreamsea. 


“Saya sangat mengapresiasi dan bersama teman-teman dari Manassa mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Semoga kegiatan Dreamsea berkerja sama dengan Manasaa, PPIM, dan juga University of Hamburg seperti pada Webinar Series kali ini dapat menjadi langkah awal untuk acara serupa yang berkelanjutan,” ungkap pria yang juga mengajar di Universitas Indonesia ini. 

“Seperti kita tahu sejak awal 2000-an program digitalisasi naskah sudah dilakukan meski masih terpisah-pisah antarlembaga dan belum bersinergi. Seiring perjalanan waktu, ternyata kegiatan digitalisasi naskah semakin banyak dilakukan,” ungkap Munawar dalam sambutannya pada kegiatan daring ini.

Serial webinar berjudul “Digital Humanities dalam Kajian Manuskrip Nusantara” menurut Munawar adalah kegiatan yang sangat penting, terlebih lagi di era digital sekaligus era new normal dalam menghadapi pandemi. Ia mengungkapkan, “Mau tidak mau kami dipaksa beberapa tahun lebih cepat untuk mempelajari hal-hal yang bersifat digital. Tidak hanya bersifat teknis semata, seperti memberi tugas pada mahasiswa atau melakukan pertemuan virtual, tetapi juga hal-hal bersifat primer seperti akses naskah digital yang membutuhkan kecakapan teknologi.” Menurut Ketua Umum Manassa, kegiatan ini dapat menjawab tantangan yang dihadapi para dosen, mahasiswa, peneliti, dan penggiat naskah yang akrab disapa manuskripters untuk mengevaluasi kesiapan kajian humaniora menyambut perkembangan dunia digital, termasuk juga pemanfaatan sumber digital dalam kajian humaniora. 

Sebagai informasi tambahan, sejak Desember 2017, DREAMSEA telah mendigitalkan 129.478 halaman dari 2.170 manuskrip dari 56 koleksi di Asia Tenggara. Naskah-naskah yang didigitalkan oleh Dreamsea memiliki resolusi tinggi dan ditampilkan secara online yang bekerja sama dengan Museum Hill dan Perpustakaan Naskah di Minnesota, AS. Versi digital juga telah dibagikan kepada pemilik manuskrip sebagai bentuk apresiasi Dreamsea atas kesediaan mereka menjadi bagian dari program digitalisasi. Program ini tidak hanya menawarkan gambar manuskrip beresolusi tinggi, tetapi juga menawarkan metadata yang rinci. Metadata setiap manuskrip dibuat atas kerja sama antara staf DREAMSEA dengan sejumlah besar pakar untuk memastikan keandalan dan kelengkapan datanya. (RA)


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage